Jumat, 13 Januari 2012

fanfic ~the soul of mirror (revenge) chapter 1~

Genre: sci-fi, fantasi, gender bender, slice of live, romance, tragedi.
deskripsi: terinspirasi dari lagu kagamine rin and ren (miracle/heart)
by: yuuta asaba as hell angel

Rin menatap dua bola mata dari seseorang di depannya, mata itu tak asing bagi nya, begitu pun dengan wajah nya. Rin mulai berusaha menyentuh wajah itu, dengan tangannya ia dengan ragu- menyentu nya, sang pemilik hanya tersenyum dengan senyuman yang sama yang selalu rin lihat selama ini.

“apa aku bermimpi?” ucap rin, dia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya.
“tidak ini bukan mimpi rin, ini aku len, aku hidup dan nyata” ucap sosok itu.
“len?” rin mulai tersenyum, airmata nya meleleh di pipinya.
“leeeeen…!!”teriak rin dan langsung memeluk tubuh len. Len kaget, tapi kemudian tersenyum, dia dekap tubuh kembarannya itu dan ikut terharu.
“aku hidup rin ini karena kamu, terima kasih” ucap len lirih.

@@@

Sebuah percobaan telah menghidupkan len, si jiwa tanpa fisik yang hidup dalam tubuh kembaran perempuan nya rin.  Rin dan len harus berbagi tubuh selama 16 tahun, karena len tak pernah dilahirkan. Len hidup dalam tubuh rin, saat rin mengambil alih tubuhnya len akan tertidur begitu pun saat len mengambil alih tubuh rin, rin akan tertidur jiwanya. Rin dan len akan berbagi memory saat mereka bertemu didunia mimpi, mereka akan berbagi semua hal yang mereka lakukan saat salah satu jiwa mereka tertidur.  Namun suatu hari sebuah percobaan penelitian berhasil menghidupkan len dalam tubuh nya sendiri dan percobaan itu berhasil sehingga mereka tak perlu berbagi tubuh lagi, percobaan itu di sebut “Miracle”. Namun semua itu tak berlangsung lama, satu bulan setelahnya…

 “rin? Kau dimana?” panggil len saat mendapati kembarannya tak disampingnya saat ia terbangun.
“uhuk,,uhuk,,argh,,!!!”sebuah suara datang dari arah kamar mandi. Len yang mendengar langsung berlari kearah asal suara itu.
“rin? Kau didalam? Ada apa? Apa kau sakit?” teriak len yang khawatir sambil berusaha membuka pintu kamar mandi.
“len,,, tolong aku..”ucap rin lirih dari dalam kamar mandi. Len yang mendengar tidak bisa berdiam lagi..
BRAK!!! Pintu di dobrak…
“rin!! Ada apa? Apa yang terjadi?” len langsung menghampiri rin yang pinsan di lantai, len mengangkat tubuh rind an berlari ke mobil.
“rin ku mohon bertahan lah!” ucap len panik. Melihat rin yang sudah bersimbah darah,  Ada ketakutan yang menjalar dihatinya.

Sesampainya di rumah sakit rin langsung dibawa ke UGD, len hanya bisa mengantar sampai pintu UGD dan menunggu diluar. Dia sangat takut namun tak bisa berbuat apa-apa, setengah jam berlalu, dokter pun keluar.

“dok, bagaimana keadaan rin?” ucap len langsung tanpa basa-basi lagi.
“maafkan kami, kami sudah berusaha, tapi penyakitnya terlalu parah, hidupnya akan beakhir” ucap dokter.
Len masuk kedalam ruangan rin, dia melihat kearah rin yang masih tertidur, kata-kata dokter tadi membuatnya syok.

“len..” ucap rin lirih
“rin, apa aku membangunkan mu?” ucap len dia berusaha tersenyum, sambil memegang erat tangan rin.
“len, aku mencintai mu,,,maafkan aku” ucap rin tersenyum, namun tak berapa lama rin pun tertidur untuk selamanya.
“aku juga rin, sangat sangat mencintaimu..” ucap len, senyum nya mulai memudar, airmata yang ia bending pun mengalir.
“riiiinnnn,,,,,!!! Buka matamu ku mohon,,,” teriak len, tak bisa membendung semua perasaannya.

@@@

Len menatap tanah basah yang teguyur hujan didepannya, matanya sayu.
“hey… apa kau tidak penasaran kenapa kembaranmu meniggal?” ucap sebuah suara yang datang tiba-tiba dibelakangnya. Len kaget namun saat ia berbalik tidak ada siapapun di belakangnya.
“apa aku berhalusinasi?” gumam len.
“tidak, kau tidak bermimpi, kenalkan aku shinigami, namaku kaito” ucap seseorang yang tiba-tiba telah berada didepan len. Len memperhatikan pria didepannya itu, dia memakai syal biru dengan topi biru seperti pesulap pikirnya.

“kau benar-benar shinigami?” ucap len sangsi.
“kau tidak percaya?” Tanya kaito.
“kau tidak mirip dengan shinigami, lagi hal seperti itu tidak mungkin ada” ucap len dan langsung berbalik meniggalkan kaito. Kaito tersenyum…
“bagaimana jika aku yang mengambil jiwa kembaranmu, masih tidak percaya?” len langsung berhenti.
“kau tau, saat ku bilang akan mengambil jiwanya, dia sangat ketakutan, sayang gadis secantik dia harus meniggal saat masih sangat muda”

Mendengar kata-kata itu len langsung berlari kea rah kaito dan mencengkram kerah kaito.
“jika benar kau yang telah mengambil jiwanya, cepat kembalikan!!” teriak len mata birunya memerah menandakan kemarahan.
“wah,,wah,,, anak yang semangat rupanya” ucap kaito, dengan mudah dia melepaskan cengkraman len dan menjatuhkan len.
Bruk! Len terjatuh..

“mungkin aku yang telah mengambilnya, tapi kau yang telah menjualnya.” Ucap kaito.
“apa maksudmu?! tidak mungkin aku melakukan hal itu!” teriak len dia masih berusaha memukul kaito tapi selalu gagal karena kaito sangat cepat menghindarinya.
“tidak mungkin katamu? Apa kau masih tidak sadar kenapa kau bisa hidup?” Tanya kaito, sambil menahan pukulan len denagan tangannya, Len kaget dengan pernyataan kaito.
“kau hidup dan dia mati itu perjanjiannya, sepertinya kau tidak mengetahuinya, benar-benar malang. Sama seperti gadis itu dia bahkan tidak sadar jiwanya telah terjual.” Ucap kaito, dia menjatuhkan len.

“apa maksudmu?” Tanya len bingung.
“ aku tidak bisa menjelaskannya dengan detail tapi percobaan yang kau sebut “miracle” itu adalah sebuah perjanjian. Jika kau menginginkan jiwa lain untuk hidup maka setengah waktu hiduo mu akan berkurang atau dengan kata lain kau harus menjual jiwa mu.”  Ucap kaito, tersenyum licik.
“kau bohng,,, kau pembohong!!! Tidak mungkin itu terjadi!!! mereka tidak pernah berkata mengenai hal itu!!” teriak len yang tidak percaya dengan kata-kata kaito.

“ aku tidak menyuruh mu untuk percaya, tapi itulah kenyataannya, mungkin orang-orang itu yang telah menjual jiwa saudaramu” ucap kaito, dingin. Len kaget, pikirannya mulai berputar-putar.
“jika kau dan saudara mu itu tak tau akan perjanjian ini, bukan kah berarti mereka yang menjual jiwa saudaramu itu?” ucap kaito lagi, Len hanya terpaku berdiri, syok.
“kau tau aku bisa saja membantumu membalaskan apa yang mereka lakukan pada saudaramu, bagaimana menurutmu?” bisik kaito di kuping len yang masih terpaku.
“aku akan menunggu jawabanmu, jika kau setuju ini pakai kalung ini dan aku akan dating membantumu” ucap kaito menyrahkan sebuah kalung dengan bandul berbentuk bulat dengan sayap kecil.

“ oh, ya jika kau memakai kalung itu aku akan membantumu tapi kau pun harus menyerahkan jiwamu setelah semua dendam mu terbalas, aku akan menunggu jawaban mu len kagamine” ucap kaito dan langsung menghilang meninggalkan len.

bersambung,,,, XDXDXD

0 komentar:

Poskan Komentar